اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ
بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي
السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا،
وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ؛
Segala puji bagi Allah, yang Maha
Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah
yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya
penerang dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, yang
diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi
peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang
bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi nya dan
keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.
Tema ceramah yang akan saya bawakan yakni
“Ibu”. Kata ibu sudah tidak asing bagi kita, setiap makhluk hidup
kecuali Adam dan Hawa memiliki ibu. Selama 9 bulan ibu mengandung kita
tanpa merasa lelah dan letih, karena memang itu adalah berkah terindah
untuk ibu.
Ibu, seseorang yang sangat berarti di atas
segalanya, sehingga rasulullah memberi gelar kepada ibu “surga itu
berada di telapak kaki ibu”
Saya akan menceritakan kisah seorang anak
yang di tolak masuk surga karena sesuatu yang ia perbuat pada ibunya.
Kesalahannya tidak sebesar merampok, membunuh, ataupun memfitnah. Ini
kisah tentang seseorang yang sangat taat beribadah, rajin sholat, baik,
dan ia juga sangat taat kepada orang tuanya. Namun suatu ketika, ia
sedang shalat sunnah, tiba-tiba ibunya memanggil. Ia mendengar panggilan
ibunya, tapi ia tidak menyahut dan tetap melanjutkan shalatnya. Di
situlah mengapa ia di tolah masuk syurga Allah.
Bayangkan hal seperti itu saja kita tidak
di perkenangkan untuk masuk surga, Lalu bagaimana dengan dosa kita yang
lebih besar ke pada orang tua, utamanya ibu?
Allah swt berfirman
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu
jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu
bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya
atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan
yang mulia.” [QS.al Isro’:23]
Saya juga akan menceritakan kisah nyata seorang ibu yang berbohong demi kebaikan
Ini adalah sebuah kisah seorang anak yang
mengajak kita mengenal, merasa dan merenungi segala hal yang pernah
dilakukan seorang ibu terhadap kita selama ini. Segala kesusahan yang
menimpanya seringkali dihadapinya dengan lapang dada. Berbilang cobanan
dan rintangan tetap di hadapinya dengan tabah dan senyuman. Dan pada
akhirnya, percayakah Anda bila seorang ibu terkadang perlu berbohong
demi kebahagiaan anaknya?
seorang lelaki yang dilahirkan dalam
sebuah keluarga miskin. Bahkan untuk makan saja, mereka sering
kekurangan. Ketika makan, ibu mengangkat piringnya dan memberikan porsi
nasinya untuk sang anak sambil berkata,
“Makanlah nak, ibu tidak lapar”. Inilah KEBOHONGAN SANH IBU YANG PERTAMA.
Setelah sang anak masuk SMP, demi
membiayai sekolah sang anak, si ibu pergi ke koperasi dengan membawa
sejumlah korek api untuk di tempel. Dari sanalah, ibu mendapatkan
sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba,
sang anak bangun dari tempat tidurnya, melihat sang ibu masih bertumpu
pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel
kotak korek api. Sang anak berkata padanya,
”Bu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.”
sang Ibu tersenyum dan berkata,
sang Ibu tersenyum dan berkata,
”Cepatlah tidur nak, aku tidak lelah”. KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja
supaya dapat menemani sang anak pergi ujian. Ketika hari sudah siang,
terik matahari mulai menyinari, sang ibu yang tegar dan gigih menunggu
sang anak di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi
lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera
menyambut anaknya dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol
yang dingin untuk sang anak. Teh yang begitu kental tidak dapat
dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu
yang dibanjiri peluh, sang anak segera memberikan gelasnya untuk ibunya
sambil menyuruhnya minum. Namun sang Ibu berkata,
“Minumlah nak, aku tidak haus!”. KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu
yang malang harus merangkap peran sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang
pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup
seorang diri. Kehidupan keluarga mereka pun semakin payah dan susah.
Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin
parah, ada seorang tetangga yang baik hati berkenang membantu sang ibu
baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang melihat kehidupan
mereka yang begitu sengsara, seringkali menasehati sang ibu untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, berkata,
“Terima kasih, saya tidak butuh cinta”. KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Setelah sang anak serta saudara2 sudah
tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua, sudah waktunya
pensiun. Tetapi ibu satu ini tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar
setiap pagi untuk berjualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Anak2nya yang lain yang bekerja di luar kota sering
mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan sang ibu,
tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim
kembali uang tersebut. Dan berkata,
“aku punya uang”. KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah lulus dari S1, sang anak pun
melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah
universitas ternama di Amerika Serikat berkat beasiswa di sebuah
perusahaan. Akhirnya akusang anak pun bekerja di perusahaan itu. Dengan
gaji yang lumayan tinggi, ia bermaksud membawa ibunya untuk menikmati
hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, tidak mau merepotkan
anaknya, ia berkata kepada sang anak,
“Aku tidak terbiasa”. KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah memasuki usianya yang tua, sang
ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, sang
anak yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera
pulang untuk menjenguk ibundanya tercinta. ia melihat ibunya yang
terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibunya yang
keliatan sangat tua, menatap sang anak dengan penuh kerinduan. Walaupun
senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang
ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh
sang ibu sehingga sang ibu terlihat lemah dan kurus kering. Sang anak
menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali
jika kita melihat ibu kita dalam kondisi seperti itu. Tetapi ibu dengan
tegarnya berkata,
“Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”, KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Dan setelah mengucapkan kebohongannya yang ketujuh, ibu sang anak tercinta pun menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita tersebut, penahkah kita
merenungkan apa yang telah kita berikan untuk ibu kita? Pernahkah kita
mengucapkan kata “Terima Kasih” kepadanya? Sudah tahukah kita bagaimana
keadaan ibu kita sekarang? Pernahkah kita mencemaskan ibu kita? Apakah
yang di makannya hari ini? Apakah ia punya masalah? Pernahkah kita
berdo’a untuknya?memohon keselamatan dan kesehatan untuknya?
Tidak, fikiran seperti itu jarang sekali
terlintas difikiran kita, kebanyakan yang kita fikirkan yaitu pacar
kita?, dimana dia sekarang?siapa yang sedang ia sms?apakah di bersama
cowok lain? Atau apakah dia bersama cewek lain? Naudzubillah min dzalik
di sini saya ingin mengajak teman2 sekalian untuk Renungkan, segera lakukan yang tebaik untuknya baik itu kecil maupun besar, pasti hal tersebut sangat berkenang di hatinya. setidaknya sebelum ke sekolah, ciumlah tangannya agar sang ibu merelakan kita pergi menuntut ilmu, karena di situ pula sang ibu mendo’akan anaknya agar sukses. sebelum kita berpisah dengannya untuk selama-lamanya. Dan ketika itu, sebuah kata PENYESALAN sudah tidak berguna lagi.
di sini saya ingin mengajak teman2 sekalian untuk Renungkan, segera lakukan yang tebaik untuknya baik itu kecil maupun besar, pasti hal tersebut sangat berkenang di hatinya. setidaknya sebelum ke sekolah, ciumlah tangannya agar sang ibu merelakan kita pergi menuntut ilmu, karena di situ pula sang ibu mendo’akan anaknya agar sukses. sebelum kita berpisah dengannya untuk selama-lamanya. Dan ketika itu, sebuah kata PENYESALAN sudah tidak berguna lagi.
No comments:
Post a Comment